22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home EKONOMI

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

DPR mengesahkan APBN 2027 dengan belanja Rp4.106,26 triliun, asumsi pertumbuhan ekonomi 6 persen dan rupiah Rp17.500 per dolar AS.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
29 September 2026, 11.52 WIB
in EKONOMI
Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen

Ilustrasi pembahasan keuangan negara dan APBN di ruang parlemen. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – DPR RI resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

APBN tahun depan disusun dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6 persen dan nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Pemerintah juga menetapkan inflasi 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara 10 tahun sebesar 6,9 persen, serta harga minyak mentah Indonesia atau ICP US$75 per barel.

Pengesahan dilakukan setelah pemerintah dan Badan Anggaran DPR lebih dulu menyelesaikan pembahasan tingkat pertama pada 24 September. Dalam tahap akhir pembahasan, postur pendapatan dan belanja sama-sama dinaikkan dari rancangan awal tanpa mengubah target defisit 2,4 persen terhadap produk domestik bruto.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Apa Dampaknya ke Harga BBM dan Barang Impor?

Belanja Negara Rp4.106,26 Triliun

APBN 2027 menetapkan pendapatan negara sebesar Rp3.435,10 triliun.

Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan ditargetkan Rp2.911,95 triliun. Komponennya terdiri atas penerimaan pajak Rp2.593,35 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp318,60 triliun. Penerimaan negara bukan pajak ditargetkan Rp522,48 triliun.

Di sisi pengeluaran, belanja negara ditetapkan Rp4.106,26 triliun.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp3.371,26 triliun, terdiri atas belanja kementerian dan lembaga Rp1.556,89 triliun serta belanja non-kementerian/lembaga Rp1.814,36 triliun. Transfer ke daerah ditetapkan Rp735 triliun.

Angka pendapatan dan belanja tersebut lebih tinggi sekitar Rp9,1 triliun dibandingkan rancangan yang sebelumnya disampaikan dalam Nota Keuangan.

Kenaikan belanja diimbangi peningkatan target pendapatan sehingga pemerintah dan DPR mempertahankan defisit pada level yang sama.

Defisit Dipertahankan 2,4 Persen PDB

Selisih antara pendapatan dan belanja membuat APBN 2027 mencatat defisit Rp671,16 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.

Pembiayaan anggaran ditetapkan pada kisaran Rp671,16 triliun, sedangkan keseimbangan primer masih mengalami defisit Rp20,85 triliun.

Pemerintah menyatakan kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang ekspansif, tetapi dengan menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan defisit.

Tambahan belanja tidak diarahkan untuk memperbesar target defisit. Banggar DPR menyebut kenaikan pengeluaran diimbangi melalui peningkatan target penerimaan perpajakan dan PNBP.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 23 September 2026, Pasar Menanti Keputusan Bank Indonesia

Rupiah Diasumsikan Rp17.500 per Dolar AS

Salah satu asumsi yang menjadi perhatian adalah nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Angka tersebut berfungsi sebagai asumsi penyusunan APBN untuk menghitung penerimaan, belanja, subsidi, pembayaran utang, serta berbagai komponen lain yang dipengaruhi nilai tukar.

Asumsi itu bukan target kurs harian yang harus selalu berada tepat di Rp17.500.

Pergerakan rupiah di pasar tetap dapat berada di atas maupun di bawah angka tersebut. Dampaknya terhadap APBN akan bergantung pada besarnya pergerakan kurs dan berapa lama perubahan tersebut berlangsung.

Selain kurs, pemerintah menggunakan asumsi inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen, ICP US$75 per barel, lifting minyak 612.500 barel per hari, serta lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi pada 2027 ditargetkan mencapai 6 persen.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan kinerja ekonomi yang digunakan sebagai pijakan dalam penyusunan anggaran. Pemerintah menilai peningkatan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi.

Kementerian Keuangan sebelumnya memperkirakan investasi perlu tumbuh sekitar 7 persen agar pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat dicapai. Pemerintah mengandalkan kombinasi APBN, investasi swasta, serta pembiayaan dari berbagai sumber untuk memperbesar kapasitas ekonomi.

Selain pertumbuhan ekonomi, APBN 2027 memasang target tingkat pengangguran terbuka 4,30–4,87 persen dan tingkat kemiskinan 6–6,5 persen.

Kemiskinan ekstrem ditargetkan berada pada rentang 0–0,5 persen, sementara rasio gini ditetapkan 0,360–0,365. Pemerintah juga menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sekitar 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.

Source: Kementerian Keuangan, DPR RI
Tags: APBNKementerian KeuanganRupiah

Related Posts

Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing (AI Bulatan times)
EKONOMI

Rupiah Terpengaruh Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga

Oktober 29, 2026
Tangan memegang beberapa emas batangan Logam Mulia dalam kemasan putih dengan latar belakang cokelat
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 29 Oktober 2026 Naik, Antam Rp. 2.609.000 per Gram

Oktober 29, 2026
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto
BISNIS

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Terendah dalam 32 Tahun

Oktober 28, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times