Bulatan Times – Dampak gempa M5,9 di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, bertambah pada Minggu, 4 Oktober 2026. Seorang lansia dilaporkan meninggal, puluhan bangunan terdampak, dan BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan pada Minggu pagi.
Kepolisian Sektor Kodi Utara melaporkan korban meninggal merupakan seorang warga berusia 73 tahun. Korban disebut sempat keluar rumah setelah terkejut melihat anggota keluarganya berhamburan saat gempa, kemudian jatuh tak sadarkan diri beberapa menit setelahnya.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara,” kata Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi, dikutip dari ANTARA.
Laporan tersebut menjadi perkembangan baru setelah BNPB pada pembaruan pukul 13.54 WIB masih mencatat satu korban luka ringan dan belum menerima laporan korban meninggal. Pendataan dampak gempa terus dilakukan sepanjang hari.
Baca Juga: Gempa M5,6 Guncang Maluku Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
BNPB Catat 20 Rumah Terdampak
BNPB mencatat sedikitnya 20 rumah terdampak di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sebanyak 19 rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Kerusakan tersebar antara lain di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas pendidikan, SDK Manu Toghi, serta Balai KB Desa Wallandimu juga terdampak.
Dampak gempa turut terdata di Kabupaten Sumba Barat. Tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan, sementara dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada plafon dan tembok.
Satu warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani rawat jalan.
Polisi di Kodi Utara juga menyebut banyak rumah serta satu sekolah mengalami kerusakan, tetapi jumlah pastinya masih dalam pendataan. Karena itu, angka kerusakan masih dapat berubah setelah asesmen lapangan selesai.
Baca Juga: Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 6.409 Kali
BMKG Catat 62 Gempa Susulan
Gempa utama terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Informasi cepat BMKG semula mencatat magnitudo M6,1 dengan kedalaman 10 kilometer, kemudian analisis lanjutan memperbaruinya menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer.
Episenter hasil pemutakhiran berada di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berkaitan dengan Sesar Waikabubak, dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG telah mencatat 62 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo berkisar M1,5 hingga M4,3.
Guncangan terkuat mencapai VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, serta Raba merasakan intensitas IV MMI, sedangkan Bima berada pada III MMI.
Hasil pemodelan BMKG tetap menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak dan tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Posko Penanganan Disiapkan
BNPB menyatakan posko awal penanganan telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan serta penanganan apabila diperlukan.
BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat masih melakukan asesmen, sementara BNPB berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT untuk memperbarui data korban, kerusakan, dan kebutuhan warga.











