25 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Rab
25 ° Kam
Selasa, Oktober 20, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut

Tita by Tita
26 Agustus 2026, 11.01 WIB
in NASIONAL
2
Karhutla Makin Sulit Dipadamkan

Karhutla Makin Sulit Dipadamkan (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

BULATANTIMES.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian pemerintah di tengah musim kemarau yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi kering membuat sejumlah titik kebakaran lebih sulit ditangani, sementara ketersediaan sumber air di beberapa lokasi mulai menjadi persoalan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penanganan karhutla masih berlangsung melalui operasi darat dan udara. Salah satu tantangan yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air, selain angin kencang dan akses menuju lokasi kebakaran yang tidak selalu mudah.

Baca Juga: 335 Konsesi di Sumatra-Kalimantan Terindikasi Ada Titik Api

Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman

Keterbatasan air menjadi masalah penting dalam pemadaman kebakaran hutan, terutama ketika api berada di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

BNPB melaporkan kondisi tersebut terjadi dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, misalnya, operasi penanganan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang, akses menuju titik api yang sulit, hingga keterbatasan sumber air.

Sebagian titik api juga berada di wilayah pertambangan dan perkebunan yang tidak seluruhnya dapat dijangkau melalui operasi water bombing.

Kondisi ini membuat pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Tim di lapangan harus menggabungkan operasi darat dengan dukungan udara untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi.

Baca Juga: Modus Karhutla Riau: Pura-Pura Mancing Sebelum Pembakaran

Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah

Dalam laporan BNPB pada 24 Agustus 2026, karhutla masih ditemukan di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 35 hektare.

Kebakaran juga dilaporkan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan luas sekitar lima hektare. Sementara di Nabire, Papua Tengah, kebakaran yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga 23 Agustus diperkirakan telah membakar sekitar 396,13 hektare lahan.

Untuk wilayah prioritas di Kalimantan, pemerintah terus mengerahkan operasi darat dan udara.

Di Kalimantan Barat, misalnya, operasi water bombing pada 23 Agustus dilakukan dengan empat unit helikopter. Dalam delapan sortie, tercatat 223 kali penjatuhan air dengan total sekitar 1,052 juta liter air.

Baca Juga: Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Kalimantan Masih Jadi Wilayah Perhatian

Kondisi di Kalimantan menjadi salah satu perhatian utama karena sejumlah wilayah mengalami kondisi kering dan munculnya titik panas.

Data BNPB pada 20 Agustus menunjukkan satelit NOAA-20 mendeteksi 1.487 hotspot di Kalimantan. Konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.

Angka hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit dan tidak boleh langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.

Setiap indikasi titik panas tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Musim Kemarau Membuat Risiko Meningkat

Faktor cuaca turut memperberat situasi. BMKG menyebut kondisi El Niño kategori sangat kuat dan IOD positif menjadi faktor yang mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dalam prakiraan periode 25-31 Agustus 2026, BMKG mencatat musim kemarau semakin meluas. Pada dasarian II Agustus, sekitar 79,9 persen wilayah Indonesia atau 559 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Curah hujan yang rendah membuat kerentanan terhadap kekeringan dan karhutla meningkat di sejumlah wilayah. Meski demikian, BMKG masih memprakirakan adanya potensi hujan lokal di beberapa daerah.

Pemerintah Perkuat Operasi Darat dan Udara

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman dari darat.

Operasi udara dengan helikopter water bombing terus dilakukan di sejumlah wilayah. Pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan yang membutuhkan.

BMKG bersama BNPB, TNI AU, OIKN, dan Pemerintah Kalimantan Timur, misalnya, menjalankan OMC pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mengatasi defisit air sekaligus mengantisipasi karhutla.

Langkah tersebut menjadi penting karena pemadaman akan semakin sulit apabila kondisi lahan terus kering dan sumber air semakin terbatas.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Di tengah kondisi yang kering, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan yang rawan terbakar. Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Pencegahan menjadi sangat penting karena kebakaran kecil dapat berkembang menjadi lebih luas ketika didukung kondisi angin dan vegetasi yang kering.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Catatan redaksi: Istilah hotspot dalam artikel ini tidak disamakan dengan jumlah kebakaran terverifikasi. Data titik panas merupakan hasil pemantauan satelit dan tetap memerlukan verifikasi di lapangan.

Tags: BMKGBNPBKarhutlaKebakaran Hutan

Related Posts

Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah
HEADLINE

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
Tampak dari atas kawasan hutan berasap tebal dengan garis api di tepi area vegetasi yang terbakar
HEADLINE

Karhutla Arjuno-Welirang: 110 Pendaki Selamat, Kebakaran Meluas ke 11 Lokasi

Oktober 18, 2026
Ilustrasi pemandangan kota dengan langit cerah dan matahari di sisi kiri serta awan gelap, hujan deras, dan kilat di sisi kanan
NASIONAL

Informasi Cuaca 18 Oktober 2026: Aceh dan Sumatera Utara Siaga Hujan Lebat, Jakarta Cerah Berawan

Oktober 18, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Oktober 20, 2026
Tampak dari atas kawasan hutan berasap tebal dengan garis api di tepi area vegetasi yang terbakar

Karhutla Arjuno-Welirang: 110 Pendaki Selamat, Kebakaran Meluas ke 11 Lokasi

Oktober 18, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Ilustrasi digital dua pesepak bola dengan seragam PSG dan Barcelona saling berhadapan di stadion dengan teks Prediksi PSG vs Barcelona

Prediksi PSG vs Barcelona 21 Oktober 2026: Jadwal dan Susunan Pemain

Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Oktober 20, 2026
Ilustrasi digital dua pesepak bola dengan seragam PSG dan Barcelona saling berhadapan di stadion dengan teks Prediksi PSG vs Barcelona

Prediksi PSG vs Barcelona 21 Oktober 2026: Jadwal dan Susunan Pemain

Oktober 19, 2026
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Oktober 19, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times