22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

KPK Pantau Temuan Lapas Cibinong, 13 Rumah Dinas Tak Tercatat Ikut Disorot

KPK memantau perkembangan temuan Lapas Cibinong ketika Ditjenpas mengungkap 13 rumah dinas belum tercatat dalam SIMAK BMN.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
29 September 2026, 02.38 WIB
in NASIONAL
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bulatan Times – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memantau perkembangan temuan fasilitas khusus di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, setelah muncul dorongan agar dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan lapas tersebut ikut ditelusuri.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan lembaganya terus mengikuti perkembangan kasus dan membuka ruang koordinasi dengan Ombudsman RI maupun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sikap KPK muncul ketika pemeriksaan internal Ditjenpas menemukan persoalan baru mengenai status sejumlah bangunan di kawasan lapas. Dari 16 rumah dinas atau mes pegawai yang diperiksa, hanya tiga unit tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Sebanyak 13 unit lainnya belum tercatat.

Baca Juga: Kemenimipas Periksa Internal Lapas Cibinong, Kalapas dan Empat Pejabat Dinonaktifkan

KPK Soroti Risiko Transaksi di Balik Fasilitas Khusus

KPK menilai pengelolaan lembaga pemasyarakatan memiliki sejumlah titik rawan korupsi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut kerawanan itu dapat muncul dalam bentuk pungutan liar, suap, penyalahgunaan anggaran dan kewenangan, pengadaan barang dan jasa, hingga perlakuan istimewa kepada narapidana tertentu.

“Ketika fasilitas atau kemudahan tertentu dapat diperoleh melalui pembayaran atau pemberian sesuatu, di situlah terdapat kerawanan,” kata Budi, dikutip dari ANTARA.

Pernyataan tersebut masih berada pada tingkat pemetaan risiko. KPK belum mengumumkan dalam keterangan itu bahwa penyelidikan perkara baru telah dibuka terkait Lapas Cibinong.

Tiga Rumah Tercatat, 13 Belum Masuk SIMAK BMN

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan hasil pemeriksaan sementara kepada Komisi XIII DPR pada Senin (28/9/2026).

Ditjenpas mengidentifikasi 16 bangunan yang disebut sebagai rumah dinas atau mes pegawai. Tiga unit tercatat dalam SIMAK BMN, sedangkan 13 unit yang berada di bantaran Sungai Ciliwung belum terdaftar dalam sistem tersebut.

Bangunan-bangunan itu disebut dibangun bertahap sejak 2021 hingga 2025.

Ditjenpas masih mendalami aspek administrasi, status aset, sumber pembangunan, serta pemanfaatan 13 bangunan yang belum tercatat. Karena pemeriksaan belum selesai, status bangunan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai hasil tindak pidana tertentu.

Mashudi juga menyampaikan bahwa sejumlah barang rumah tangga yang menjadi sorotan, termasuk televisi, sofa, kasur dan kulkas, berdasarkan pemeriksaan sementara disebut sebagai barang pribadi milik Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban. Pemeriksaan atas keseluruhan temuan masih berlanjut.

Baca Juga: Ombudsman Dalami Klaster Mewah hingga Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

Temuan Bermula dari Sidak Ombudsman

Persoalan Lapas Cibinong mencuat setelah Ombudsman melakukan inspeksi mendadak pada 23 September 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, Ombudsman menemukan lebih dari 10 bangunan yang memiliki fasilitas seperti ruang tamu, kamar, televisi, kulkas, meja makan, serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Tim juga bertemu seseorang yang mengaku sebagai warga binaan di salah satu bangunan.

Ombudsman turut melaporkan dugaan pungutan liar sebesar Rp150.000 per minggu di Blok A berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga warga binaan. Temuan tersebut masih berupa dugaan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan bukan kesimpulan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan tindak pidana.

Perbedaan penjelasan mengenai fungsi bangunan dan siapa yang menggunakannya kemudian memicu pemeriksaan internal Kemenimipas serta pembahasan di DPR.

Ditjenpas Perintahkan Bangunan Tak Sesuai Ditertibkan

Ditjenpas kini tidak hanya memeriksa Lapas Cibinong.

Mashudi telah memerintahkan seluruh kepala kantor wilayah serta kepala lapas dan rutan untuk memeriksa bangunan di unit masing-masing dan menertibkan fasilitas yang tidak sesuai ketentuan.

Perintah tersebut dikirim ke jajaran pemasyarakatan di seluruh daerah setelah temuan Cibinong mencuat.

Untuk 13 bangunan di Lapas Cibinong yang belum tercatat dalam SIMAK BMN, Ditjenpas menyatakan tindak lanjut baru akan diputuskan setelah asal pembangunan, status aset, dan pemanfaatannya selesai diperiksa.

Source: ANTARA, Ombudsman RI
Tags: KPKLapas CibinongOmbudsman RI

Related Posts

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengenakan batik dan kacamata saat diwawancarai wartawan
NASIONAL

KPK Periksa Ipar Eks Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan

Oktober 29, 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times