22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Pendidikan Negeri Gratis, Dipimpin Menko PMK Pratikno

Presiden Prabowo membentuk tim khusus yang dipimpin Menko PMK Pratikno untuk menghitung skema, tahapan, dan kebutuhan anggaran pendidikan negeri gratis.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
23 September 2026, 19.04 WIB
in NASIONAL
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Bulatan Times – Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana penyediaan pendidikan negeri tanpa biaya, termasuk skema menggratiskan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).

Tim tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan melibatkan sejumlah kementerian.

Pembentukan tim merupakan tindak lanjut rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Pemerintah masih harus menghitung kebutuhan anggaran, skema pembiayaan, dan tahapan penerapan sebelum rencana tersebut dapat diwujudkan.

Artinya, pendidikan negeri gratis dari SD hingga perguruan tinggi yang disampaikan Presiden masih berada dalam tahap penyusunan kebijakan, bukan program yang sudah berlaku secara nasional.

Baca Juga: Prabowo dan Biden Menyepakati untuk Mengembangkan Pendidikan di Bidang Sains dan Kewirausahaan

Tim khusus dipimpin Pratikno

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan Presiden meminta pembahasan rencana tersebut dilakukan lebih mendalam.

Tim khusus kemudian dibentuk di bawah koordinasi Pratikno.

Menurut Brian, tim akan merinci perhitungan yang diperlukan untuk merealisasikan kebijakan, termasuk pembiayaan pendidikan tinggi negeri. Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan termasuk instansi yang dilibatkan.

Pembentukan tim menunjukkan pemerintah belum sampai pada tahap menetapkan mekanisme final.

Berbagai komponen masih perlu dihitung sebelum pemerintah menentukan bagaimana pendidikan tanpa biaya dapat diterapkan dan berapa anggaran yang harus disiapkan.

Pemerintah menghitung kebutuhan biaya PTN

Salah satu bagian penting yang dikaji adalah biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Pemerintah perlu menghitung konsekuensi fiskal apabila biaya yang selama ini ditanggung mahasiswa dialihkan menjadi tanggungan negara.

Brian sebelumnya menjelaskan pemerintah sedang membahas berbagai opsi, skema, dan tahapan pelaksanaan. Pembahasan itu diperlukan agar keinginan Presiden dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dijalankan.

Persoalannya bukan hanya menghapus biaya yang dibayarkan mahasiswa.

Perguruan tinggi tetap membutuhkan pembiayaan untuk kegiatan akademik, dosen dan tenaga kependidikan, laboratorium, fasilitas kampus, penelitian, hingga operasional lainnya.

Karena itu, pemerintah harus menentukan sumber dana pengganti agar kebijakan pendidikan gratis tidak mengurangi kemampuan perguruan tinggi menjalankan fungsi akademiknya.

Baca Juga: Prabowo Panggil Menkeu Suahasil Nazara ke Istana, Agenda Pertemuan Belum Diungkap

Prabowo ingin pendidikan negeri gratis dari SD sampai universitas

Gagasan tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo pada 18 September 2026.

Saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center, Presiden menyatakan biaya pendidikan negeri dari tingkat sekolah dasar hingga universitas negeri harus dapat digratiskan.

Prabowo kemudian mengatakan persoalan tersebut akan dibahas melalui rapat terbatas pemerintah.

Komitmen itu kembali ditegaskan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menurut keterangan Sekretariat Presiden, pemerintah ingin memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi anak Indonesia tanpa membedakan latar belakang keluarga.

Ratas pada 23 September menjadi salah satu tindak lanjut dari pernyataan tersebut.

Sejumlah menteri dipanggil ke Istana

Pembahasan melibatkan kementerian yang berkaitan langsung dengan pendidikan, pemerintahan, dan pembiayaan negara.

Selain Pratikno dan Brian Yuliarto, sejumlah menteri hadir di Istana untuk mengikuti rapat.

Di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga dilaporkan menghadiri pembahasan tersebut.

Komposisi kementerian yang terlibat mencerminkan luasnya cakupan rencana tersebut.

Jika diterapkan dari SD sampai perguruan tinggi negeri, kebijakan tidak hanya berkaitan dengan satu kementerian pendidikan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan instansi lain juga mempunyai peran dalam sistem pendidikan nasional.

Skema dan tahapan belum ditetapkan

Sampai pembentukan tim khusus diumumkan, pemerintah belum mengumumkan kapan pendidikan negeri gratis akan mulai diterapkan.

Belum ada pula rincian final mengenai komponen biaya apa saja yang nantinya ditanggung negara.

Hal tersebut penting karena istilah pendidikan gratis dapat memiliki cakupan berbeda.

Pada jenjang perguruan tinggi, misalnya, pemerintah masih perlu menentukan apakah kebijakan akan berkaitan dengan penghapusan uang kuliah, subsidi berdasarkan kelompok mahasiswa, penambahan anggaran PTN, atau skema lainnya.

Brian mengatakan pemerintah masih melakukan perhitungan untuk menentukan skema dan tahapan pelaksanaan.

Dengan demikian, belum tepat menganggap seluruh mahasiswa PTN otomatis tidak perlu membayar biaya kuliah mulai saat ini.

Anggaran menjadi bagian penting pembahasan

Kebijakan pendidikan gratis membutuhkan dukungan fiskal dalam jumlah besar.

Pada pernyataan sebelumnya, Prabowo mengaitkan pembiayaan agenda pendidikan dengan uang negara yang berhasil diselamatkan dari korupsi dan penyimpangan.

Namun, sumber dan mekanisme pembiayaan resmi tetap harus diterjemahkan ke dalam perencanaan anggaran pemerintah.

Keterlibatan Kementerian Keuangan dalam tim menjadi penting untuk menghitung kemampuan fiskal serta kebutuhan dana jika kebijakan diterapkan secara bertahap.

Pemerintah juga perlu memperhitungkan perbedaan kebutuhan antara pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi.

Bukan satu-satunya agenda pendidikan pemerintah

Rencana pendidikan negeri gratis merupakan bagian dari agenda pendidikan yang lebih luas.

Sekretariat Presiden menyebut pemerintah juga mendorong perbaikan sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak serta peningkatan kesejahteraan guru.

Dengan demikian, pembiayaan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan biaya yang dibayarkan siswa atau mahasiswa.

Kualitas ruang belajar, ketersediaan guru, fasilitas pendidikan, serta kapasitas sekolah dan perguruan tinggi tetap membutuhkan anggaran.

Tantangan tim khusus adalah merumuskan skema yang memperluas akses tanpa mengurangi pembiayaan untuk kualitas layanan pendidikan.

Tim khusus akan menentukan bentuk kebijakan

Pembentukan tim belum menjadi keputusan bahwa seluruh biaya pendidikan negeri langsung dihapus.

Tahap yang berjalan sekarang adalah penyusunan perhitungan dan skema implementasi.

Tim yang dipimpin Pratikno akan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan anggaran serta tahapan yang dinilai memungkinkan untuk menjalankan arahan Presiden.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menentukan seperti apa konsep pendidikan negeri gratis diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah.

Sampai rincian resmi diumumkan, masyarakat perlu membedakan antara komitmen Presiden untuk menggratiskan pendidikan negeri dan aturan pelaksanaan yang saat ini masih disusun.

Source: Sekretariat Presiden, ANTARA
Tags: Pendidikan GratisPrabowo SubiantoPratikno

Related Posts

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengenakan batik dan kacamata saat diwawancarai wartawan
NASIONAL

KPK Periksa Ipar Eks Kepala BNPB, Dalami Dugaan Konflik Kepentingan

Oktober 29, 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times