25 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Rab
25 ° Kam
Selasa, Oktober 20, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

Banyak Akun WhatsApp Tiba-tiba Terblokir, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem

Tita by Tita
26 Agustus 2026, 22.32 WIB
in TEKNO & SAINS
0
Banyak Akun WhatsApp Tiba-tiba Terblokir

Banyak Akun WhatsApp Tiba-tiba Terblokir

BULATANTIMES.COM — Sejumlah pengguna WhatsApp dalam beberapa waktu terakhir mengeluhkan akun mereka tiba-tiba tidak bisa digunakan karena terblokir atau masuk status dalam peninjauan. Setelah mendapat banyak aduan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya memanggil Meta untuk meminta penjelasan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (26/8/2026), Meta mengakui bahwa terdapat kesalahan pada sistem WhatsApp yang menyebabkan sejumlah akun pengguna yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran ikut terkena pemblokiran.

Kepala Kebijakan WhatsApp untuk Asia Pasifik, Esther Samboh, mengatakan kesalahan tersebut terjadi ketika sistem mendeteksi aktivitas yang dianggap melanggar ketentuan layanan.

Baca Juga: AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

Meta Akui Sistem Salah Mendeteksi Akun

WhatsApp memiliki sistem otomatis yang digunakan untuk mendeteksi berbagai aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan layanan, termasuk spam dan penyalahgunaan platform.

Sistem tersebut menggunakan sejumlah sinyal dari perilaku pengguna untuk membantu proses pendeteksian.

Namun, dalam kejadian terbaru, sistem mengalami kesalahan sehingga akun pengguna yang sebenarnya tidak bermasalah ikut masuk dalam proses pemblokiran.

“Ini memang kesalahan sistem yang langsung kami mitigasi,” kata Esther dalam pertemuan dengan Komdigi, seperti diberitakan ANTARA.

Meta menyatakan telah melakukan langkah mitigasi dan sebagian besar akun yang terdampak sudah mulai dipulihkan.

Baca Juga: iPhone Lipat Apple Makin Dekat, Ini Bocoran Terbarunya

Bukan Hanya Terjadi di Indonesia

Masalah akun WhatsApp terblokir tersebut ternyata tidak secara khusus terjadi di Indonesia.

Meta menjelaskan gangguan tersebut merupakan kesalahan sistem yang terjadi secara global. Dengan demikian, pemblokiran yang dialami sebagian pengguna bukan merupakan tindakan yang secara khusus ditujukan kepada pengguna Indonesia.

“Hal ini terjadi secara global. Jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia,” ujar Esther.

Sebelumnya, keluhan serupa juga muncul di media sosial dari sejumlah pengguna yang tiba-tiba kehilangan akses ke akun mereka.

Komdigi Sudah Minta Penjelasan Sejak 14 Agustus

Komdigi sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Meta pada 14 Agustus 2026 untuk meminta penjelasan terkait banyaknya laporan akun WhatsApp yang dinonaktifkan.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan pemerintah kemudian memanggil langsung perwakilan Meta setelah permintaan penjelasan tersebut belum mendapatkan respons dalam batas waktu yang diberikan.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai penyebab pemblokiran sekaligus langkah pemulihan bagi pengguna yang terdampak.

Baca Juga: Cara Membuat Website untuk Pemula

Akun WhatsApp Masih Terblokir? Bisa Ajukan Banding

Bagi pengguna yang sampai sekarang masih tidak bisa mengakses akun WhatsApp akibat kejadian tersebut, Meta menyebut tersedia mekanisme pengajuan banding langsung melalui aplikasi WhatsApp.

Pengguna dapat mengikuti instruksi banding yang muncul ketika akun dinonaktifkan atau sedang dalam proses peninjauan.

Meta menyebut pengajuan banding akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam.

Perusahaan juga mengatakan terus melakukan proses pemulihan terhadap akun yang terkena dampak kesalahan sistem.

Kenapa WhatsApp Bisa Salah Memblokir Akun?

Salah satu alasan sistem WhatsApp mengandalkan pendeteksian berbasis perilaku adalah karena pesan dan panggilan pribadi WhatsApp dilindungi enkripsi end-to-end.

Artinya, WhatsApp tidak menggunakan isi pesan pribadi sebagai dasar untuk membaca percakapan pengguna. Sistem menggunakan berbagai sinyal untuk membantu mendeteksi aktivitas yang dianggap berpotensi melanggar aturan, termasuk spam dan penyalahgunaan layanan.

Dalam kasus terbaru, mekanisme pendeteksian tersebut justru mengalami kesalahan sehingga sejumlah akun pengguna asli ikut terdampak.

Meta mengatakan masalah tersebut telah dimitigasi dan perusahaan terus mengevaluasi sistem untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Jangan Panik Jika Akun Masuk Status Peninjauan

Bagi pengguna yang mengalami masalah serupa, hal terpenting adalah tidak langsung menganggap akun telah hilang secara permanen.

Jika WhatsApp menampilkan opsi untuk mengajukan banding, pengguna dapat menggunakan mekanisme tersebut melalui aplikasi.

Hindari pula memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau informasi akun kepada orang lain yang mengaku bisa membantu membuka blokir.

Kasus terbaru ini menunjukkan bahwa pemblokiran otomatis tidak selalu berarti pengguna terbukti melakukan pelanggaran. Dalam kejadian yang dikonfirmasi Meta, sebagian akun memang terkena dampak akibat kesalahan sistem.

Meta Pastikan Proses Pemulihan Berjalan

Meta menyatakan telah melakukan mitigasi dan memulihkan banyak akun yang terdampak. Bagi pengguna yang masih mengalami masalah, perusahaan meminta mereka memanfaatkan jalur banding yang tersedia di aplikasi.

Dengan adanya pengakuan Meta tersebut, persoalan pemblokiran akun WhatsApp yang sempat membuat banyak pengguna khawatir kini mendapatkan penjelasan resmi.

Untuk saat ini, pengguna yang masih kehilangan akses disarankan mengikuti proses banding di aplikasi dan menunggu hasil pemeriksaan.

Sumber: ANTARA, detikINET, Kementerian Komunikasi dan Digital, Meta/WhatsApp.

Tags: KomdigiMetaTeknologiWhatsAPP

Related Posts

Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan
TEKNO & SAINS

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Oktober 20, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi
GADGET

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Oktober 19, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi
GADGET

iPhone Duo Segera Masuk Indonesia, Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Oktober 18, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026
Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Oktober 20, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Oktober 20, 2026
Pembalap Iker Lecuona mengenakan topi dan seragam BK8 Gresini Racing.

Gresini Kembali Panggil Iker Lecuona, Aldeguer Absen di GP Australia 2026

Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

Ilustrasi seseorang memegang kemasan emas batangan berlabel Antam di depan etalase berisi beberapa ukuran emas

Harga Emas Hari Ini 20 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 10.000 ke Rp. 2.564.000

Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Pembalap Iker Lecuona mengenakan topi dan seragam BK8 Gresini Racing.

Gresini Kembali Panggil Iker Lecuona, Aldeguer Absen di GP Australia 2026

Oktober 20, 2026
Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

Oktober 20, 2026
Ilustrasi seseorang memegang kemasan emas batangan berlabel Antam di depan etalase berisi beberapa ukuran emas

Harga Emas Hari Ini 20 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 10.000 ke Rp. 2.564.000

Oktober 20, 2026
Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Oktober 20, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times