22 °c
Banjar Triwangsakeliki
26 ° Sel
25 ° Rab
Selasa, Oktober 20, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEALTH

8 Tanaman yang Kerap Dikaitkan dengan Diabetes: Bukti dan Risikonya

Putri Zhafira by Putri Zhafira
26 September 2026, 11.46 WIB
in HEALTH
0
Tanaman Obat

Tanaman obat untuk diabetes. Sumber: hallosehat.com

Bulatan Times — Sejumlah tanaman kerap dipromosikan sebagai “obat alami” untuk diabetes. Namun, tanaman atau suplemen herbal tidak boleh menggantikan pemeriksaan gula darah, pola makan yang disusun sesuai kebutuhan, aktivitas fisik, insulin, maupun obat yang diresepkan tenaga medis.

National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyatakan belum ada bukti andal bahwa suplemen herbal dapat mengendalikan diabetes atau komplikasinya. Beberapa bahan memang telah diteliti, tetapi hasilnya masih terbatas, tidak konsisten, atau berasal dari penelitian kecil.

Tanaman yang Sering Diteliti untuk Diabetes

Daftar berikut menjelaskan posisi bukti secara hati-hati. Istilah “diteliti” tidak berarti suatu bahan telah terbukti aman atau efektif sebagai terapi diabetes.

1. Pare

Buah pare

Pare pernah diteliti karena mengandung beberapa senyawa aktif. Meski demikian, bukti pada manusia belum cukup untuk menjadikannya pengganti obat diabetes. Mengonsumsi pare atau ekstraknya bersama obat penurun gula darah juga dapat meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah pada sebagian orang.

2. Kayu Manis

Kayu manis

Sejumlah penelitian mengenai kayu manis menunjukkan hasil yang berbeda-beda. NCCIH menilai belum ada kesimpulan yang cukup kuat untuk merekomendasikan suplemen kayu manis sebagai pengobatan diabetes. Kayu manis jenis cassia juga mengandung kumarin, sehingga penggunaan dalam jumlah besar perlu dihindari terutama oleh orang dengan gangguan hati.

3. Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya

Lidah buaya oral pernah diteliti terhadap kadar gula darah, tetapi hasilnya belum cukup untuk membuktikan manfaat klinis. Bagian lateks berwarna kekuningan bersifat pencahar dan produk lidah buaya dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Karena itu, jangan meminum gel mentah atau ekstrak pekat tanpa arahan tenaga kesehatan.

4. Jintan Hitam

Jintan hitam

Jintan hitam telah dipelajari dalam sejumlah penelitian kecil. Temuan awal tersebut belum menetapkan dosis, efektivitas jangka panjang, atau keamanan yang memadai untuk terapi diabetes. Produk ekstrak juga dapat memiliki konsentrasi yang berbeda dari bahan yang digunakan sebagai bumbu.

5. Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing

Kumis kucing digunakan dalam pengobatan tradisional, tetapi bukti klinis berkualitas tinggi untuk mengendalikan diabetes masih terbatas. Rebusan herbal tidak memiliki dosis baku dan tidak dapat dianggap setara dengan obat yang telah diuji keamanan serta efektivitasnya.

6. Brotowali

Batang brotowali

Brotowali juga sering disebut dalam pengobatan tradisional. Penelitian laboratorium atau pada hewan tidak otomatis membuktikan manfaat pada manusia. Sampai tersedia bukti klinis yang lebih kuat, brotowali tidak boleh digunakan untuk mengganti terapi diabetes.

7. Mengkudu

Buah mengkudu

Mengkudu mengandung berbagai senyawa tumbuhan, tetapi klaim bahwa jus mengkudu dapat memperbaiki pankreas atau mencegah komplikasi diabetes belum didukung bukti klinis yang memadai. Orang dengan penyakit ginjal, hati, atau yang menggunakan obat rutin perlu berkonsultasi sebelum memakai produk herbal pekat.

8. Daun Sirsak

Daun sirsak

Penelitian awal terhadap ekstrak daun sirsak belum membuktikan bahwa rebusan daun sirsak aman dan efektif untuk penderita diabetes. Klaim mekanisme kerja dari penelitian laboratorium tidak dapat langsung diterapkan sebagai saran pengobatan pada manusia.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

  • Orang yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah, karena kombinasi dengan herbal dapat mengubah kadar gula darah.
  • Ibu hamil atau menyusui, anak-anak, serta orang dengan penyakit ginjal atau hati.
  • Pasien yang akan menjalani operasi atau menggunakan beberapa jenis obat sekaligus.

Selalu sampaikan seluruh obat, jamu, dan suplemen yang digunakan kepada dokter atau apoteker. Hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis bila muncul reaksi berat atau gejala gula darah terlalu rendah.

Catatan: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, atau terapi dari dokter maupun tenaga kesehatan.

Tags: Diabetesdiabetes melitusgula darahinsulinobat alami diabetes

Related Posts

Seorang wanita menggaruk bentol kemerahan di lengan atas, sementara sejumlah nyamuk tampak beterbangan di sekitar taman
HEALTH

Cara Meredakan Gatal dan Bentol akibat Gigitan Nyamuk di Rumah

Oktober 18, 2026
Petugas kesehatan mendampingi pria yang sedang mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital pada lengan atas
HEALTH

Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin

Oktober 16, 2026
Ilustrasi anak-anak memakai masker untuk melindungi diri dari kabut asap akibat karhutla.
HEADLINE

Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, 62.400 Dialami Balita

Oktober 14, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026
Tampak dari atas kawasan hutan berasap tebal dengan garis api di tepi area vegetasi yang terbakar

Karhutla Arjuno-Welirang: 110 Pendaki Selamat, Kebakaran Meluas ke 11 Lokasi

Oktober 18, 2026
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 19, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Oktober 19, 2026
Ilustrasi digital dua pesepak bola dengan seragam PSG dan Barcelona saling berhadapan di stadion dengan teks Prediksi PSG vs Barcelona

Prediksi PSG vs Barcelona 21 Oktober 2026: Jadwal dan Susunan Pemain

Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Ilustrasi digital dua pesepak bola dengan seragam PSG dan Barcelona saling berhadapan di stadion dengan teks Prediksi PSG vs Barcelona

Prediksi PSG vs Barcelona 21 Oktober 2026: Jadwal dan Susunan Pemain

Oktober 19, 2026
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 19, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Oktober 19, 2026
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times